Thursday, November 22, 2012

Who?

I keep wondering....

Siapa yang meneriakkan "DESTY, I LOVE YOU!" dari luar, di depan pintu kelas kami yang tertutup saat jam pelajaran tadi dan dari siapa kalimat itu berasal.
 .
.
.
.
.
Ah entahlah -_-

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Mengapa harus takut?

"Wew des, gila curhatan kamu diakun-akun pribadi kamu.Gak takut ketahuan orangnya?"
 
 Pertanyaan semacam ini sudah sering aku terima. Dan selalu aku jawab TIDAK. Aku tidak takut. Kenapa harus takut? Toh semua yang aku tulis memang kenyataan. Memang seperti itulah perasaan dan opini-opiniku terhadap sesuatu.

Kita harus selalu melihat kepada kenyataan kan?
Kalau misalnya kita menaruh perasaan terhadap seseorang, kenapa harus ditutupi?
 
Tapi tentu saja jangan terlalu lebay dalam menunjukkannya ya.
Semua ada batas begitu pula dengan curhat-curhatan didunia maya. Jika kita hanya mengungkapkan perasaan, berdasarkan fakta yang benar-benar ada dan tanpa harus menyakiti atau menyinggung suatu pihak dari belakang, mengapa harus takut?

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Sunday, November 18, 2012

YOU!

Maaf kalo kali ini aku ngomong kasar .

shit!  aku gak nyangka kalo kamu begitu dibelakang aku. bagus ya, ngomongin orang dari belakang.
aku awalnya gak tau tulisan disitus pribadimu itu untuk siapa . potongan-potongan kalimat yang nyelekit itu untuk siapa. Tapi sekarang kayaknya aku tahu siapa yang kamu senggol. Aku kan?

Udahlah. Apa yang kau tulis memang karena ingin menyinggungku kan? setiap aku update, selalu aja setelahnya kamu muncul dengan tulisan-tulisan yang ehm disusun secara hati-hati lengkap dengan kalimat nyelekit itu. Maksudmu apa, heh?

Aku gak akan bilang itu siapa. Tapi yang jelas aku tahu pasti dia akan tahu kalau aku tahu. Lha wong dia stalker sejatiku kayaknya. haha -.-)

Saturday, November 17, 2012

Lupakan....... atau musnahkan?

“Jadi gimana nih des, masih ada perasaan sama si neppa?” tanyanya ingin tahu.
“Hiii~ gak lah” jawabku cepat. Terlalu cepat. Aku pun menatapnya dengan pandangan seakan itu adalah pertanyaan paling terkonyol yang pernah ada.




Satu lagi kebohongan yang aku buat kali ini.

Ya, kebohongan. Kalian pasti tahu maksudku.

Bodoh. Tentu saja aku masih punya, masih menyimpan walau tidak seperti dulu. Aku bukan seorang bajingan yang bisa membuang perasaan seenaknya dan menggantinya dengan cepat secepat kilat menyambar.



Lho? Katanya sudah melupakan dia?

Ya! Aku sudah berusaha melupakan. Catat! Me-lu-pa-kan bukan memusnahkan. Tentu saja aku masih menyimpan hal itu karena selama ini aku hanya melupakan saja. Melupakan tentu saja berbeda dengan memusnahkan.



Ibaratnya menyimpan barang yang tidak kita pergunakan lagi. Kau menyimpannya disuatu tempat, lalu perlahan-lahan melupakannya. Melupakan barang itu bukan berarti ia akan hilang begitu saja dari hidupmu. Tidak. Dia akan tetap terkunci disana, sampai tiba saatnya kau secara tidak sengaja membukanya kembali dan mengenang segala rasa dan kenangan-kenangan tentang apa saja yang telah kau lakukan bersama barang tersebut.

Lain halnya dengan memusnahkan. Bakar saja barang itu, dia akan musnah. Sekali musnah, sekeras apapun usahamu mencarinya, ia tak akan pernah ada lagi dalam hidupmu. Hilang tanpa bekas.





Kegalauan akan putus cinta adalah hal yang paling ditakuti oleh setiap insan cinta di muka bumi ini. Dan itu wajar. Siapa sih yang ingin tersiksa karenanya?

Bahkan semakin banyak orang yang mengeluh dan merasa susah gara-gara hal ini.
Sesungguhnya itu semua ada di tanganmu masing-masing.
Jika kamu memang benar-benar ingin bebas akan bayang-bayang dia, jika kamu memang benar-benar muak dan merasa susah akan semua ini. Hanya ada satu pilihan. Musnahkan! Enyahkan!

Tapi, sanggupkah kau melakukan itu?



desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Friday, November 16, 2012

Jauhkanlah, Dekatkanlah!


Ya Allah,
Jika ada orang yang benci padaku,
Yang tidak suka akan sikapku
Yang tidak menginginkanku dan resah akan kehadiranku didekat mereka
atau malah yang hanya mendekat karena berniat jahat padaku.
Jauhkanlah ya Allah.
Jauhkanlah aku dari mereka
Janganlah kau biarkan mereka mendekatiku atau pun aku yang mendekati mereka.
Dengan begitu, hidupku akan baik-baik saja dan mereka pun akan lebih baik tanpa aku..

Tapi

Jika ada, jika memang ada
Orang-orang yang baik untukku,
Yang akan merasa baik-baik saja walau aku terus menerus bersama mereka
Maka dekatkanlah. Dekatkanlah kami ya Allah..
Pertemukanlah kami disaat yang tepat, persatukan kami dalam ikatan persahabatan yang tak pernah putus, dan pisahkanlah kami hanya pada saat yang telah KAU tetapkan, kematian.

Seperti kata orang
Berkumpullah kamu dengan orang-orang yang baik bagimu
Dan janganlah kamu berdekatan dengan orang-orang yang tidak baik untukmu.
Jadikanlah aku seperti itu, Ya Allah..

Karena aku tidak ingin membuat susah orang-orang yang tidak menyukaiku.
Dan aku memang hanya ingin berbagi kebahagiaan maupun kesedihan hanya pada orang-orang yang memang mau berbagi bersamaku.
Hanya pada orang-orang yang pantas menerimanya dariku.

Aamiin.

Dan kepada sahabat-sahabatku yang selalu mau bercanda, bertukar pikiran, tertawa bersama, selalu tetap keep in touch dari dulu sampai sekarang bersamaku walau jarang sekali bertemu dan selalu mau menerimaku apa adanya, terima kasih.

Ades, Muthia, Restu, Jely, Endah, Shafira, Gusti dan tentu saja sahabatku sedari kecil, Rilda
Terima kasih :’D

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

gambar : http://vitae.multiply.com/journal?&page_start=40


Thursday, November 15, 2012

Antologi pertama

Hola! Sebelumnya aku mau mengucapkan selamat tahun baru Hijriah 1434 H bagi teman-teman muslim seperjuangan (^__^) semoga kita bisa menjadi lebih baik dan mendapatkan yang terbaik. Semoga tahun baru ini membawa berkah Allah yang berlimpah untuk kita semua. Amin. Yo fighting! This is the real new year for us, eh?

Well, hari ini ada sesuatu yang dibilang mengejutkan tidak juga, tapi lumayanlah bisa bikin senyum-senyum gimana gitu. Haha.

Aku tadi dipanggil ke perpus.

Mampus dah~~ ada masalah apalagi nih? Apa desty lupa lagi membayar denda buku? 

*uhuk*

Ya enggaklah woi! (>”<)

Aku dipanggil ke perpus karena disuruh buat mengambil buku antologi sayembara cerpen dari kantor bahasa.

Ya, setelah menunggu beberapa bulan (-,-) akhirnya ini buku antologi sampai juga di tangan.  Aku gak tahu menahu kalau bakal diterbitin juga ternyata (o.o) kirain enggak.

Jadi ceritanya ini udah lama. Waktu kelas XI kemarin, Kantor Bahasa mengadakan semacam lomba cerpen gitu. Ya udah iseng-iseng aja aku ikut. Aku ikut karena melihat teman-teman yang lain pada antusias gitu mau buat cerpennya. Kayaknya asik deh. Nah berbekal kata asik itu mulai deh aku ngarang. Ya, yang namanya cuma iseng jadi ya aku tenang tenang aja, malah terkesan nggak ngurus gitu. Menang alhamdulillah, kagak menang juga gak apa-apa toh cuma iseng.

Eh beberapa hari setelahnya aku dikasih tahu kalau masuk 20 besar.

Heh? gak salah tuh? Siapa sih yang nilai? -_-

Jadi karena itulah akhirnya aku ikut diseret buat ke kantor bahasa. Aku sih ayo ayo aja asal dapat snack dan makan siang hahaha (`o`)v. Nah disitulah diumumin juara 1 2 3 dan harapan. Sempat deg-degan juga sih, siapa ya yang bakal menang? Juara 1 dari MAN Cendikia, Alvin Alkhalik. Juara 2, 3 dan harapan dari SMANSA, si Heni, Berty sama Norma. Yah gak masuk, gak apa-apalah. Yang penting dapat SNACK!! *plak*

Btw, anak SMANSA banyak loh yang masuk :D
10 dari total 20 karya ^_^

Sedangkan yang urutan kelima sampai ke-20 baru diketahui hari ini, saat melihat dan membaca cerpen-cerpen yang ada. Ternyata cerpennya diurutkan berdasarkan peringkat. Dan cerpen punyaku ada diurutan ke……. Entahlah …….. yang jelas sehabis Norma! 

:D

Coba ya yang harapannya dua orang, pasti aku juga dapat uangnya#eh ._.

Hell yeah~ pokoknya gitu deh. Nah ini dia wujud si buku tadi :

Cover depan

Cover belakang


daftar isi



Ada beberapa kata kunci yang sama dan bertebaran disetiap cerpen yang ada, yaitu  meninggal, kehilangan orang yang disayangi, leukemia dan kegalauan hati. Ternyata cerita sedih memang laku sekali di Indonesia ini ._.

Udah segitu aja (?)

Kalau ada yang mau baca cerpen punyaku,kasih email kamu kesini yah hehe :D

Jaa~(`,`)/

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Maafkan aku

Dear sahabat

Maafkan aku atas segala tindakan kasarku tadi. Bukan maksud ingin menyinggung hatimu, tapi aku benar-benar kesal dan tidak suka pada kelakuanmu tadi. Maaf, tapi setelah kejadian yang melanda kelas kita beberapa minggu yang lalu, aku sadar kalau membicarakan orang dibelakang itu tidak baik. Dan menghasilkan hal yang tidak baik pula.

Maafkan aku. Bukan maksudku menyinggung hatimu.

Jika memang ada yang tidak kamu suka, mari kita beramai-ramai membicarakannya bersama. Terserah kamu mau bilang aku apa, tapi aku memang sudah benar-benar kapok, aku tidak mau lagi ikut-ikutan membicarakan orang dari belakang. Semakin kita melakukannya, semakin banyak pula aib kta yang akan dibongkar Allah suatu saat nanti.

Tentu kamu, aku dan semuanya tidak mau kan kalau aib kita terbongkar?

Maafkan aku sahabatku.

Aku memang kasar dan bukanlah teman yang baik. Maafkan aku, sekali lagi maafkan aku…..