Sunday, September 29, 2013

Jika Kembali Pulang.



Seseorang bertanya padaku, Bagaimana jika orang yang selalu kau pikirkan tapi meninggalkanmu dimasa lalu sekarang kembali pulang, datang kepadamu?

Saat pertanyaan itu dilayangkan aku hanya tersenyum simpul. Tidak, aku sudah baik-baik saja sekarang. Tidak akan ku izinkan sedikitpun dia melangkah masuk dan menghancurkan ruangan nyaman yang telah kubangun dengan susah payah ini. Kubangun ruangan ini untuk kutempati bersama orang yang “mau tinggal”, bukan dia yang dulu mengusirku sedemikian kejam. Tidak.


Hari menginjak bulan, pertanyaan itu kembali menyeruak keluar.

Kali ini bukan untukku, tapi untukmu. Untukmu yang juga mempunyai kisah yang agaknya serupa denganku.



Sekarang, pikiranku sudah penuh akan dirimu.

Membayangkannya saja sudah membuat tubuh ini mengigil.

Tidak adakah sebuah keadilan?

Rasa takut ini... adakah tersedia penawarnya?


Akankah terulang lagi?



Jika dia kembali pulang...


Lalu aku harus kemana, kak?

Thursday, September 26, 2013

Hujan, Langit, dan Pelangi.

Analogi-analogi itu kembali bermunculan.

Halo! Sudah lama aku tak melihatmu muncul di beranda facebook-ku. Apa kabar?

Hujan, eh?
Aku selalu menganggapmu ibaratkan hujan yang kadangkala hadir saat kita bersama. Dulu.
Tapi sepertinya bagimu, akulah sang hujan.

Hujan, Langit, dan Pelangi.
Aku, dirimu, dan dirinya.

Begitu mudah ditebak.

Angin.
Seseorang yang belum kita ketahui siapa dan kapan dia akan muncul.

Tidakkah aku merasa familiar dengan semua ini? Ya.


"kau tahu ada sebuah imajinasi dibalik ruang kosong"

Ya. 

"cerita dibalik hubungan antara langit, hujan, dan pelangi."


Ya.

"jadi angin adalah saksi kunci, diantara ketiganya selalu dipengaruhi oleh angin, ya mungkin, kecuali pelangi.."

Ya.

Disaat hujan yang datang mengganggu berhenti dan pergi menjauh bersama dibawa sang angin, maka disaat itulah sang langit bisa dengan indahnya bersanding bersama pelangi.



Maaf kalau semua itu salah. Ini hanyalah sebuah dugaan yang juga aku amini. Aku bukan peramal, ya kan?

:) 

Tuesday, September 17, 2013

Tuan Angin, Terima Kasih :)



Hari ini aku berterima kasih sekali pada sang angin yang sudah bersusah payah membawa pergi awan-awan kelabu pembawa sendu itu.

Ya, tadi setelah kelas terakhir selesai aku kembali ketempat tongkrongan favoritku. Kursi panjang dikoridor depan gedung B Ilkom. Entah kenapa aku akhir-akhir ini malas pulang cepat. Pulang cepat ke kosan pun mau ngapain coba? Bersih-bersih? Sudah (Aku alhamdulillah termasuk yang telaten soal bersih-bersih kamar walaupun kadang-kdang malas juga sih hihihi). Istirahat? Aku merasa sudah kebanyakan istirahat (-_-)

Kebetulan temanku Tri minta temenin aku buat nungguin temannya dari jurusan SK yang belum keluar. Ya udah aku temenin deh,sekalian wifi-an gratis hehehe.

Setelah menunggu beberapa menit, temannya Tri datang dan mereka pun pulang. Tri sempat maksa aku pulang serempak dia, tapi aku tolak dengan halus.


“Malas balek aku Tri, duluan lah”
“Nah desty ni ado-ado bae malas balek. Nungguin siapo?”
“Idak nunggu siapo-siapo kok. Cuma malas bae balek cepat.”
“Agek hujan des”
“Dak apo-apo. Balek lah dulu.”


Entah aku juga enggak tahu kenapa tadi aku kekeuh banget enggak mau pulang dulu. Mendung tebal memenuhi langit, tapi aku enggak khawatir sama sekali. Firasatku malah kuat banget berkata kalau hujan enggak akan datang sore ini. Dan alhamdulillah memang terbukti huehe~ ^_^

Dan jadilah aku bengong sendirian di kursi depan.

Nah, selama sendirian inilah aku menyaksikan sebuah pemandangan menarik. Gulungan-gulungan awan kelabu yang semula menutupi langit itu perlahan dibawa sang angin pergi menjauh. 


Tuh kan benar. Terima kasih ya Allah.


Tapi herannya, masih saja aku saksikan orang-orang terbirit-birit pulang karena takut hujan akan turun. Hmm~ rupanya orang-orang ini terlalu sibuk dengan urusannya sampai tidak menyadari bagaimana cara sang angin membawa pergi awan kelabu itu. Sayang sekali.

Ternyata kejutan tidak berakhir sampai disitu. Ditengah kesenangan karena firasatku benar, datanglah seseorang yang tidak kusangka masih bisa kutemui sore tadi, begitu manis dengan polo-shirt kuningnya. Orang yang aku rindukan dipostinganku sebelumnya.


Terima kasih Tuan angin, berkatmu aku jadi bertemu dengan dia :D


Terjadi sebuah percakapan singkat tapi membekas wkwkwk

Hei kamu, iya kamu.
Tahukah kamu betapa jantungku berdebar cepat saat melihatmu berdiri tak jauh dari tempatku tadi?
Mengapa sosokmu bisa membuatku begitu gugup? 

Waktu tiba-tiba berjalan lambat.

Satu.. dua.. tiga… aku sibuk menghitung dalam hati sementara wajahku menunduk  semakin dalam berpura-pura sibuk bermain dengan ponsel yang ada ditangan.

Aku masih belum sanggup menatap sosokmu terlalu lama ternyata hahaha :D

Tahu gak? Saking senangnya akan pertemuan tadi, aku terus tersenyum lebar disepanjang jalan pulang, jalan kaki sambil sesekali berlari kecil dari ilkom ke kosan loh~ hohoho. Persis orang idiot deh sumpah hahaha. Tapi aku senang, jadi enggak apa-apalah :p


"For all of them" ….. :3


Beneran kayak anak kecil ya -_-) Tapi aku benar-benar bersyukur loh masih bisa merasakan hal seperti ini. Biarin deh dicap anak kecil, bodoh amat huahaha.

 Pokoknya terima kasih banyak untuk hari ini, Tuan Angin! (^_^)

Sunday, September 15, 2013

Kacamata

Hei kamu. Ya kamu.
Aku merindukanmu, kau tahu?

Kangen. Kangen. Kangen.

Aku tahu aku sama sekali enggak punya hak berkata seperti ini.

Jangankan itu, mungkin untuk merindukanmu saja kurasa aku tidak berhak.

Jujur aku iri dengan salah satu temanku yang bisa meluapkan kerinduannya pada 'seseorang' tanpa rasa khawatir.

Kamu tidak merasa terganggu kan?

Aku enggak tahu apa ini bisa dikategorikan sebagai sebuah perkembangan. Tapi aku sadar aku menemukan diriku sering merasa khawatir saat melihatmu berbicara dengan yang lain. Bahkan ada beberapa kata-kata yang kau lontarkan di akun sosial media-mu yang membuat jantungku tak keruan. ENTAHLAH (-_-)

Masa sih aku cemburu? (-_-)

Memang aku ini siapa? Hemmm :3

Jum'at kemarin, aku kebetulan tidak ada kelas. Tapi karena kesepian di kosan, akhirnya aku pergi ke Ilkom. Rencananya sih cuma mau wifi-an gratis sekalian makan siang bareng teman kelas B yang hari itu kuliah. Eh enggak disangka malah ketemu kamu xD

Kacamata!

Saking kagetnya, aku cuma bisa terpaku dibelakangmu loh. Kamu nyadar gak?

Tolong jangan dilepas.. jangan!! Ah~ aku belum lihat dari depan!!!!! (;;A;;)

Huahahahahaha!! XD

Sudahlah, masih ada lain kali. Semoga.

Hemmm :3

Maaf sudah lancang menyebutmu 'kamu' sedangkan sudah jelas dirimu lebih tua dariku. Jika kau kebetulan membaca ini, tolong jangan terlalu dipikirkan. Ini hanyalah sebuah curhatan sederhana yang terus memaksa ingin dikeluarkan malam ini. 

Okay then. 
Selamat malam, kakak.

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Wednesday, September 11, 2013

Segelintir Sudut Menakjubkan Fasilkom (dan) Unsri

Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya. Enggak bisa dipungkiri, dari segi lingkungan, aku bahagia ada disini. Ya, area fakultas ini memang terkenal (dan terbukti) akan kegersangannya dibandingkan area fakultas-fakultas lain, tapi justru itulah yang menciptakan daya tarik tersendiri. Langit biru yang jernih itu terhampar luas menantang tanpa ada yang menghalangi! 

Ini yang membuatku jatuh cinta dan betah berada disini, langit Inderalaya yang bersih dan berwarna biru jernih. Hal yang jarang aku temui bahkan di Jambi sekalipun.

Jujur, walau kadang merasa miris tapi sebagai pecinta langit biru aku merasa sangat beruntung ada disini hahaha. Gersang, tapi istimewa. Begitulah :D 

Foto pertama yang aku ambil


Ini favoritku

Sapi-sapi UNSRI -_-

Percaya atau tidak, ini terjadi bersamaan loh. Mendung tebal disatu sisi tetapi cerah disisi yang lain.













Juitha

Pola awannya cantik, ya kan?


Nah kalau yang ini, foto-foto yang kuambil di area sepanjang jalan masuk utama UNSRI.










desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com

Thursday, September 5, 2013

Love Letter

Dear Shiho Miyano,

Ini adalah surat cintaku kepadamu.

Meskipun aku seorang wanita, aku tak peduli.

Meskipun kau hanyalah tokoh imaji belaka, aku tak peduli.

Aku mencintaimu, Shiho-san.


Sebut aku gila karena memang demikianlah apa adanya.

Aku mengagumimu, mengagumi sikap pantang menyerah seberat apapun cobaan hidupmu.

Memang terkadang ada saatnya dimana kau ingin menyerah, memang terkadang kau lelah dan terlihat lemah, tapi itu tak mengurangi sedikitpun rasa kagumku padamu. 

Setelah semua hal buruk yang menimpamu kau masih bisa berjalan tegap dan bersikap tenang seperti itu, apa kau sudah gila!?

Hei Haibara-san,

Mungkin memang kau tak sekuat Ran dengan karatenya, tidak pernah bisa secerah Kazuha dengan semangat berapi-apinya, tidak pernah bisa menyaingi pesona Sonoko dalam menceriakan suasana atau bahkan tak akan pernah bisa secuek Sera dengan segala aura positif yang ia miliki.

Tapi kau spesial, kau tahu?

Setidaknya dimataku. 

Kau kuat dengan caramu sendiri.

Aku ingin sepertimu. Tolong ajari aku!
Tolong, mulai sekarang dan untuk seterusnya tetaplah seperti ini.

Terima kasih telah menunjukkan kepadaku bagaimana wanita kuat yang sesungguhnya, Ai-kun.

:)

Seseorang yang sangat mengagumimu,

Desty.

Wednesday, September 4, 2013

Justru Dia


"Its better to forget"

Aku hanya tersenyum simpul, entah merasa setuju atau tidak. 

Kenapa? Bukankah lebih baik dilupakan saja?

Memang kuakui tidak baik menyimpan kenangan pahit terlalu lama.

Tapi

Tidakkah kau tahu?

Kenangan pahit yang sekarang membuatmu pilu, justru adalah hal pertama yang akan menguatkanmu jika kamu terjatuh lagi nanti.

Kenangan pahit yang sekarang membuatmu bersedih, justru dialah yang akan mendewasakanmu, menjadikanmu menjadi orang yang lebih baik.

Dan 

Kenangan pahit yang sekarang kau benci, justru yang akan memegangimu agar tak lupa diri saat nanti dirimu menemui kebahagiaan.

Begitulah :)




Ah~ kurasa insomnia merindukan diriku lagi malam ini.

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com


Gelisah

Insomnia kembali menyerang. Sumpah aku enggak tahu harus ngapain kalau sudah kayak gini. Pukul lima pagi, itu artinya sudah tujuh jam berlalu dari jam tidur normalku saat aku mengetik kalimat ini.

Jujur aku paling enggak suka kalau insom-ku datang. Mau ngapain juga pasti bakal berakhir mengenaskan. Skemanya sih, begini : Gak bisa tidur --> Baca buku --> Bosen --> beralih ke laptop --> nonton Conan --> bosan sendiri --> buka-buka file-file lama di laptop atau buka dasbor blog --> stuck di tulisan-tulisan ataupun hal-hal berbau kenangan --> sedih sendiri. Persis dengan apa yang aku lakuin beberapa menit yang lalu.

Selalu begitu.

Dan biasanya kalau mood aku sudah berantakan gini, aku mau ngapain aja pasti salah. Serba salah. Aku mulai uring-uringan sendiri, dan biasanya aku bakal meluap di twitter dengan segala kalimat penuh kegalauan yang justru malah 'membunuh' diriku sendiri pada akhirnya.

Kegelisahanku malam ini bertambah satu.

Bahkan gerimis yang datang malam ini sebagai salah satu penanda rahmat Allah tak luput dari kekesalan pikiranku. Kehadiran mereka seakan jadi ejekan untukku. Seolah-olah berkata, "Selamat datang kembali pada lingkaran suram kesedihan pikiran yang engkau ciptakan sendiri ^_^".

Dan satu kebiasaanku yang aku tau amat sangat buruk tapi entah kenapa enggak bisa aku tahan. Mau ngapain aja awalnya, it must be ended by scrolling my own blog pages, read all old posts that I've written all this time.  Pasti.


Kam to the pret.

Ini nih yang sebenarnya 'membunuh'-ku. Tahu sendiri kan betapa fullcolor-nya postinganku selama april-mei-juni-juli lalu dan betapa mengenaskannya semua itu berakhir di awal agustus. Dan akhirnya semua kembali bergelayut dalam pikiran ini. Nyari mati? Emang.


Kalo gitu kenapa enggak dihapus aja tuh semua postingan yang bikin kau sedih, des? Susah amat.
Bukan Desty namanya kalau enggak ngeyel. Opsi itu udah ribuan kali hinggap dipikiranku dan pasti bakal berakhir begini, "gak ah, sayang."

Emang sayang, kan? Biarkan ajalah. Anggap saja ini semua sebagai arsip, sebagai bukti bagaimana perjalanan pendewasaan aku. Jadi beberapa tahun mendatang aku masih bisa bacanya dan pasti bakalan mikir "oalah gini toh aku waktu itu".

Ngeyel toh?

Mati mati deh. Hahaha.

Psst satu lagi. Sebenarnya penyebab gelisahku malam ini bukan A-kun lagi loh. Ya, bisa dibilang orang yang aku sebut-sebut di dua postingan terakhirku kemarin. Pokoknya ini orang benar-benar bikin enggak tenang deh malam ini, sumpah.Pikiranku penuh dia hahaha.

Oke deh, selamat aja buat diriku.

Selamat des, alasan kegelisahanmu bertambah satu. Selamat menikmati :D

desty@nurmadestyanggraeni.blogspot.com
 

 

Tuesday, September 3, 2013

Mam to the pus.

Ketahuan. Iya, ketahuan.

Semua. Iya semua.

Mam to the pus. Mampus.

Terus nanti gimana dong?
Jangan tanya aku karena aku juga gak tahu!
haa~ '_')

Monday, September 2, 2013

Demi sebuah 'cuma'



Semua ini….

Terlalu cepat.


“Ah paling cuma suka-sukaan aja. Paling juga cuma perasaan kilat aja. Paling cuma…”

Tapi, demi sebuah ‘cuma’….

Aku rela jam tidurku berkurang karena bayangmu yang tak lepas dari imaji-ku.
Aku sanggup datang lebih pagi dan pulang lebih lambat hanya untuk melihatmu.
Aku bahkan kehilangan akal sehatku saat kemarin melihatmu terluka dan akhirnya tanpa pikir panjang mengirimkan sebuah pesan singkat berisi sebuah saran konyol. Tahukah kamu aku merasa begitu malu keesokan harinya sampai-sampai untuk melihat sosokmu saja aku tak sanggup?

Dan hanya demi sebuah ‘cuma’ aku rela kehilangan sebagian waktuku hanya untuk menulis ini. Sebuah tulisan pertamaku tentang-mu.

Entahlah.

Ini terjadi tak lama setelah kejadian itu.

Jujur, aku takut. Aku takut, terlalu takut. Takut akan keinginanku dan pada diriku sendiri. Apa yang sebenarnya aku rasakan? Apa ini? Apa yang kuinginkan?

Ini mengerikan.

Memang terkadang kita akan terjebak pada suatu titik semu dimana kita bahkan tak mampu mengerti apa maksud diri.

Yang aku tahu pasti sekarang.

Aku disini, duduk disini. Mencurahkan segala apa yang ada dalam pikiranku sembari menikmati—setengah mengutuk—hujan yang datang terus-menerus tanpa henti seolah merindukan aku.

Menghela nafas panjang, kututup curahan hatiku kali ini, “Let it flow, des. Let’s see it’ll grow bigger or not.”