Thursday, February 20, 2014

Manajemen Emosi

Kayaknya aku harus belajar untuk mengendalikan emosi deh. Iya, soalnya 'penyakit emosian' aku makin parah deh kayaknya.

Masa' iya cemburu sama sahabat sendiri?
Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit sedih, dikit-dikit nangis.

Semalam aja aku masih meringkuk, terkulai lemah dalam ketakutan.

Kalau gini terus gimana mau buat orang lain bahagia coba?

Harus lebih bisa berpikir positif.

Sekarang aku sudah punya seseorang yang bisa menguatkanku. Terima kasih sudah bersedia untuk ada.

Tapi aku juga sadar kalau dia juga sedang memikul beban berat dibahunya. Sebisa mungkin aku pengen ngebantu dia, ya paling gak bisa mikulnya sama-sama lah. Oleh karena itu aku harus berusaha lebih keras! Jangan sampai malah aku yang menyusahkan dia.

Belum terlalu terlambat untuk memulai.

Semangat des!!!




p.s : Kalau masalah cemburu sama sahabat sendiri itu gak tau ya, aku emang makhluk pencemburu tingkat dewa :v cuma melihat yang "cuma" aja rasanya jlebbnyessssssssssssssss gimana gitu. 


Hei ado desty disini ni, sadar dak?

Aku harap mereka bisa ngerti dan menyesuaikan diri lah. Tolong banget, gak enak tau gak. Kalian juga gak mau kan kalau aku ngambek terus-terusan.

Aku udah capek, gak mau marah dan berantem kayak kemaren lagi, apalagi sama sahabat sendiri. Percuma sih marah-marah kalau gak didengerin juga, jadi ya aku cuma bisa berharap kalian ngerti. Please ngerti (T_T)

Thursday, February 13, 2014

One Step Away (Eppure Sentire)

Judul asli : Eppure Sentire (Un senso di te)

Pertama kali tahu lagu ini dari novel Sunshine Becomes You-nya Ilana Tan. Lagu Italia pertama yang aku dengar. Suka banget sama lagunya, langsung jatuh cinta, padahal gak tahu arti apa-apa hahaha :D


Dan aku baru tahu kalau ada versi bahasa inggrisnya beberapa hari yang lalu. duh kemano bae kau des? (-,-)


Tapi masih jauh lebih bagus versi aslinya sih :3



afraid of my own fear. (fear) of times when I may not be strong, places were I may not belong...





Wednesday, February 12, 2014

Mudah-mudahan

Aku udah nyakitin hati temen aku lagi. Rasanya bersalah banget. tapi ya demi kebaikan dia juga.

Mudah-mudahan dia mengerti dan segera mengambil jalan keluar terbaik di masalahnya. Mudah-mudahan 'marah'ku ini mendapatkan hasil yang baik, tidak memunculkan kesia-siaan belaka.

Beneran deh, nyimpen rasa bersalah itu bener-bener gak enak (=_=)

Tuesday, February 11, 2014

Egois

Well, aku suka dia... Aku boleh egois gak?
Aku boleh egois kan ya? (._.)
Kali ini aja, aku pengen egois.

Sunday, February 9, 2014

A & AB Corner

Akhir-akhir ini suka sama hal yang berbau Golongan darah. Ternyata sisi psikologis seseorang bisa 'dikelompokkan' dari golongan darahnya. 

Goldar sama => Temperamen sama => Reaksi tubuh sama => Cara menghadapi masalah juga sama.

Enggak sepenuhnya akurat sih, tapi setidaknya ini lebih masuk akal dari pada zodiak-zodiak atau apalah itu :O

Tapi maaf kalau cuma ada A sama AB ya, soalnya dua goldar inilah yang paling aku perhatikan dan yang paling ingin aku pahami XD

Kalau kalian juga tertarik dengan hal berbau golongan darah ayo follow @GolDar_RP ! Selain twitter, mereka juga aktif di Ask.fm. @GolDar_RP itu sebuah fanbase golongan darah yang aktif banget, jadi jangan malu bertanya di akun Ask.fm mereka ya!

Hahaha jadi promosi deh. Gapapa demi menghormati mereka, ya gimana pun postingan ini kebanyakan sumbernya dari mereka :D


















yap

















Akibat Ketidakjujuran.

Semua orang punya kenangan buruk yang ingin dia lupakan.

Kupikir akhir juli 2013 itu adalah mimpi terburuk, tapi ternyata ada yang mimpi lebih buruk yang menantiku empat bulan setelahnya.

Ibaratnya, aku mengalami sebuah kecelakaan naas yang merusak sekujur tubuhku. Lalu disaat luka-luka itu baru saja berhasil menutup diri dengan selembar lapisan tipis, aku ditabrak lagi. Menyedihkan. Luka yang bahkan belum sempat mengering kembali mengucurkan cairan merahnya, dan lagi bertambah pedih.

Desember, Januari -- aku memulai lagi proses penyembuhan walaupun tak tahu ini bisa sembuh kembali atau tidak. Berusaha menghadapi kenyataan, aku mulai memanipulasi pikiran sendiri. Punya, tapi tak mengaku. Berbohong, bahkan dengan sendirinya mulai menjadi Minorin, karakter yg kubenci. Perlahan mimpi buruk itu dipaksa hilang. Apa yang kupunya kusimpan dalam-dalam, bertekad tidak lagi memikirkan ego diri.

Aku ingin bersama tanpa harus teringat hal itu, hanya itu.

Februari -- Aku hampir berhasil sampai akhirnya teringat kembali. Amarah yg meluap karena merasa semua usaha sia-sia malah jadi bumerang, aku mengatakan hal buruk yang justru menyakiti diri sendiri setelahnya.

Sebuah kesempatan?

Beberapa jam setelahnya aku memberanikan diri bertanya kembali. Sialnya ternyata lagi-lagi aku salah sangka, terlalu tinggi. Menyedihkan. 







Salah, ternyata semuanya salah. Pergi terlalu jauh kedalam peran. Sekalinya kembali malah mendapati diri sudah berlumur kemunafikan.

Emangnyo kau mau apo kalo aku blablablabla!?
(terdiam) i... idak...
Terus ngapo ngomong cak itu kemaren??







Jangan sampai kau membenci diri sendiri, des.


Sepertinya aku harus mencoret jangan cengeng! dari daftar tahun ini.